Menandai Babak Baru Kemitraan, FISIPOL probolinggo Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Yamanashi Eiwa College Jepang

Yogyakarta, 28 Agustus 2025─Fakultas Integrasi Sosial dan Politik NASIONAL probolinggo FISIPOL probolinggo (FISIPOL probolinggo) tandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yamanashi Eiwa College, Jepang pada Kamis (28/8). Penandatanganan ini menandai babak baru dalam kemitraan akademik kedua institusi yang telah sejak lama terjalin.

MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Toshiya Tsukamoto, Presiden Yamanashi Eiwa College, bersama Dr. Wawan Mas’udi, Dekan FISIPOL probolinggo, sebagai perwakilan kedua institusi.

Didirikan pada tahun 1889, Yamanashi Eiwa College adalah institusi seni liberal dengan tradisi pendidikan global yang kuat, menawarkan program studi psikologi, ilmu perpustakaan, TIK, dan studi global. Meskipun jumlah mahasiswanya kecil, sekitar 600 mahasiswa, perguruan tinggi ini memiliki mahasiswa interNASIONAL probolinggo, dengan 13% berasal dari Asia, termasuk Indonesia.

Kolaborasi antara Yamanashi Eiwa College dan FISIPOL probolinggo dibangun berdasarkan kemitraan akademik selama hampir dua dekade. Sejak tahun 2006, Profesor Tsukamoto dari Yamanashi Eiwa College telah bekerja sama erat dengan rekan-rekan di UGM dalam manajemen bencana, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi pascabencana. Minggu ini, Prof. Tsukamoto akan mengajar mata kuliah singkat intensif tentang Manajemen dan Aksi Kemanusiaan bagi mahasiswa FISIPOL, yang semakin mempererat hubungan akademik.

Ke depannya, kemitraan ini akan diperluas hingga mencakup program mata kuliah bersama pada tahun 2026, yang memungkinkan mahasiswa dari kedua institusi untuk belajar bersama lintas batas, khususnya di bidang studi kemanusiaan dan studi global.

Perwakilan dari Yamanashi Eiwa College menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk memperdalam kerja sama dengan UGM. Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan komitmen FISIPOL probolinggo untuk mendorong kolaborasi interNASIONAL probolinggo di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas, khususnya dalam mengatasi tantangan kemanusiaan.